asu kirik wedus ketek
November 18th, 2006 by tkgpotoasuuuuuu!!!
kiriiiikkkkkk!!!
wedusssss!!!!
ketteeeeekkkkkk!!!!!
aaaaaaaassssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuu !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
asuuuuuu!!!
kiriiiikkkkkk!!!
wedusssss!!!!
ketteeeeekkkkkk!!!!!
aaaaaaaassssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuu !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
setelah mengalami percepatan selama lebih dari sebulan terakhir ini…. tiba2, semuanya berhenti. tiba2 semuanya sunyi.
hujan deras kemaren sore, berikut petir yang saling menyusul, malah seolah-olah menandakan dimulainya sebuah era.
yang mana sudah tidak ada lagi percepatan.
yang mana hal2 yang tidak disangka-sangka akan terjadi.
seperti dalam pertempuran, terjadi sebuah kesunyian yang menakutkan, tepat setelah peluru terakhir dilontarkan. lalu sunyi. bagi yang hidup bertanya2 apa yang akan terjadi berikutnya. apa yang akan dilakukan oleh pihak musuh. bagi yang terluka adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan pertolongan. sebelum sebuah pertempuran dimulai lagi.
——-
maap, ngomongnya lagi error.
beberapa hari yang lalu, ada seseorang yang rasa2nya kok ngirimin energi negatif ke gue.
hari itu, adalah hari kedua setelah beberapa hari sebelumnya, dia juga mengirimkan energi negatif. akan tetapi, hari itu, energinya jauh lebih kuat ketimbang ’serangan’ pertama.
tadinya, gue ngak mau cerita2 di sini. takut riya. tapi, hati gue malah ngak tenang dan penuh demdam. mending gue lepas dan buang di tempat sampah gue ini.
buat yang mengirim (rasa2nya kok gue tahu siapa elu yah)…. terima kasih atas kirimannya. gue masih bingung apa alasan elu ngirim itu ke gue. kalo cuma buat ngetest doang…. ngapain juga?? ingat loh… karma itu ada. mengirim energi negatif, ya akan mendapat energi negatif. mengirim energi positif, ya akan kembali mendapat energi positif.
YESSSS
gue punya boom untuk lampu gue!!! YES YES YES….. and it only cost…. hmm… roughly 10.000 (sepuluh ribu perak!!). hasil menggunakan alat yang sudah dimiliki dan KREATIVITAS hahahahahaha…… beneran berasa jadi McGyver…. my idol
Untuk pertama kalinya, gue punya photo essay yang setelah gue pikir2, sebaiknya ngak gue publish.
Dari judul blog ini, bisa ketebak isi dari photo essay itu.
Walaupun kegiatan ini berlangsung setiap hari (baca: kegiatan rutin), tapi hal-hal seperti ini sepertinya masuk dalam katagori “sebaiknya saya tidak tahu”. Sama seperti keadaan batar gebang yang menjadi TPA semua sampah2 yang dibuang oleh warga Jakarta. Sama seperti keadaan Teluk Jakarta dengan penangkaran kerang hijaunya. Sama seperti keadaan gelandangan, pengemis dan anak jalanan di Jakarta.
yah…. tapi…. keadaannya memang begitu….
Kalau tidak ada rumah jagal sapi, tidak akan ada rendang, konro, steak, rawon, soto, dan semur hehehehehe….
hanya ingin mencatat yang 3-3 aja…
suci ucap, suci pikiran, lalu suci hati.
dengan cara:
sabar, ikhlas, tawakal.
dalam pencapaiannya, godaannya adalah:
wanita, harta dan tahta.
——-
simpel…. tapi coba aja dijalanin…. dan akan terasa ‘berat’nya…
hanya untuk mencatat sebuah SMS yang dikirimkan seorang teman untukku. karena udah agak2 lupa, ini hanya kira2 bunyinya seperti ini… tanpa menghilangkan pesan yang ada…
“Mas, hubungan yang patut kita cemburu adalah hubungan Allah dengan kekasihNya, Muhammad. Sang Muhammad selalu shalat untuk mengingat-ngingat namaNya. Sedangkan Allah selalu bershalawat untuk mengingat-ngingat nama Muhammad. sungguh indah hubungan pacaran mereka…”
di bulan puasa ini, saya sering merasa geli. out of the blue, semua orang jadi rajin mengerjakan perintah puasa ini. orang yang tidak menjalankan puasa dianggap tidak islam.
sedangkan kalau kita ingat2 lagi, dasar fondasinya islam ada 5:
- syahadat
- shalat
- puasa
- zakat
- haji
sebelum menjalankan shalat, apakah syahadat kita sudah benar? dalam hal ini, apakah kita sudah benar-benar meresapi makna dari sumpah tersebut…. menyatakan bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada Sang Allah, Sang Gusti. dan menyatakan bahwa pembawa amanat Sang Gusti adalah Muhammad.
dari situ saja sudah banyak makna yang bisa kita ambil. allah-nya siapa?? allah-nya orang arab?? atau Allah, yang Sang Pencipta, The All Mighty, Gusti Kang Murbeng Dumadi??
dan muhammad di situ, juga bisa dimaknai sebagai muhammad yang orang arab itu?? atau Nur Muhammad?? sang hati nurani??
mempelajari pondasi yang pertama saja saya ini masih belum mampu…..
menjalankan pondasi kedua…. apalagi….
antara kemalasan… keinginan untuk dikatakan islam…. hingga keinginan seorang manusia untuk ‘curhat’ kepada Pencipta-nya. sambat kalo orang jawa bilangnya….
puasa?? ini yang membuat lucu……
orang yang sehari-harinya tidak shalat…. alih-alih mengetahui makna dari shalat…. lalu dengan semangatnya, puasa, menahan lapar dan haus. tanpa mengetahui, kenapa ia harus menahan lapar dan haus. tanpa mengetahui, apa makna lapar…. dan apa makna haus….
lalu, dengan semangatnya…. mengajak teman2 lama yang sebelumnya tidak pernah ada hubungan dalam setahun sebelumnya…. untuk buka puasa bersama…. bersenang-senang bersama…. merayakan kemenangan manusia telah menahan lapar dan haus pada hari itu…..
geli….. maaf…. tapi itulah yang saya rasakan…. geli…. aneh….
Setiap manusia di bumi ini memiliki sebuah tugas, peran, lakon, amanat, atau apa pun sebutannya…..
Hal itu, hampir semua manusia mengetahuinya….
Hal yang menjadi masalah adalah, tidak semua manusia bisa menyadari lakon apa yang ia perankan di muka bumi ini. Dan saya termasuk salah satu diantara mereka.
Terkadang, kita diberikan sedikit petunjuk-petunjuk dari kehidupan kita sehari-hari.
Lebih seringnya, kita telah diberi petunjuk-petunjuk, akan tetapi kita tidak menyadarinya sampai kita telah melakukannya selama beberapa tahun. Atau, kita menyangkal kesimpulan yang sudah dapat kita ambil, karena lakon yang diamanatkan tidak sesuai dengan keinginan hati dan ego.
Lalu, suatu saat, kita melalui suatu kejadian yang menampar keras ego kita dan membuka mata kita sehingga segala pertanyaan-pertanyaan yang telah ‘menghantui’ kita selama ini dapat dijawab dengan amat mudahnya.
Beruntunglah bagi orang-orang semacam itu…. karena saya masih mempunyai pertanyaan-pertanyaan yang membuat gambaran lakon yang saya jalani, kurang lengkap. Harus saya akui, beberapa bulan dan tahun terakhir ini, lakon yang perlu saya jalani sudah mulai ‘terbaca’. Akan tetapi, saya masih belum bisa secara gamblang melakukan lakon yang diamanatkan kepada saya, apalagi BAGAIMANA menjalankan amanat tersebut.
Mungkin juga, karena saya memang belum mau mengetahuinya….
Mungkin juga, karena ketakutan saya akan tanggung jawab yang ‘akan’ saya emban….
Mungkin juga, karena saya tidak merasa pantas atas tanggung jawab tersebut….
Mungkin juga, karena saya hanya mencari-cari alasan….
Semuanya hanya mungkin…….
Semuanya hanya akan terjawab….. bila saya… “jalanin aja Mad!” dan “Yang suruh mikir, tuh siapa??”
Beberapa karya fotografi saya. Bila ada yang berminat, dapat menghubungi saya di madia@mk-photography.biz.
“Sydney Opera House”
“Sydney Harbour Bridge”
“Sunrise at Ujung Genteng”
Masih banyak lagi di gallery pribadi saya DeviantART
Atau silahkan mampir ke webpage komersil saya (masih dalam perbaikan) MK-Photography.biz
beberapa hari yang lalu, seorang kawan dekat ceramahin saya ini hal ini:
dalam perjalan manusia mencari dan mengenal Tuhan-nya, ia harus melalui cobaan….
setelah lolos dari cobaan itu, barulah ia menjadi manusia sejati… yang mengenal Sang Pencipta.
bagi pria, cobaan itu adalah wanita, harta dan tahta.
bagi wanita, cobaan itu menjadi pria, harta dan tahta.
ketiganya ‘menjebak’ manusia untuk menjadi sombong, penuh dengan hawa nafsu, serta ke-ego-an yang amat tinggi. hal-hal yang dapat menghalangi kita untuk bisa mendengarkan “Guru Sejati” kita…. karen tugas dari Guru Sejati adalah membimbing kita kepada Sang Pencipta, maka, apabila kita tidak dapat mendengarnya, kita tidak akan mungkin bisa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
berhati-hatilah pada tiga hal itu….
——-
hmm… tiga lagi yah…. subhanallah…